Kalau Anda pernah menempelkan logo di atas latar berwarna lalu muncul kotak putih yang mengganggu di sekelilingnya, biang keladinya adalah format gambar. PNG diciptakan justru untuk mengatasi hal itu — di antara hal-hal lain. Inilah format baku untuk gambar apa pun yang butuh latar transparan atau yang tidak boleh turun kualitasnya saat disimpan.

Apa arti PNG?

PNG adalah singkatan dari Portable Network Graphics — "grafis jaringan yang mudah dibawa". Format ini lahir pada 1995 sebagai alternatif terbuka dan bebas royalti untuk GIF, dan dengan cepat jadi salah satu format gambar yang paling banyak dipakai di web. Berbeda dari JPG, PNG memakai kompresi tanpa kehilangan data (lossless), artinya tidak ada satu pun informasi piksel yang dibuang saat file disimpan.

Bagaimana PNG bekerja?

PNG memakai algoritme kompresi bernama DEFLATE — sama seperti yang dipakai file ZIP — dipadukan dengan filter prediksi piksel. Prosesnya menelaah pola berulang di dalam gambar lalu menyandikannya dengan lebih hemat, tanpa membuang satu pun informasi aslinya.

Hasilnya, sebuah PNG yang disimpan dan dibuka ulang sepuluh kali tetap sama persis dengan file aslinya, piksel demi piksel. Itulah yang membuat format ini pas untuk situasi apa pun yang menuntut kesetiaan visual — seperti tangkapan layar, logo, dan gambar yang akan diedit berkali-kali.

PNG juga mendukung kanal khusus bernama kanal alpha, yang mengatur transparansi tiap piksel satu per satu. Sebuah piksel bisa sepenuhnya padat, sepenuhnya tembus pandang, atau berada di tingkat mana pun di antara keduanya — sehingga tepian bisa halus dan bayangan bisa benar-benar tembus pandang.

Apa saja kelebihan PNG?

Apa saja keterbatasan PNG?

💡 Aturan praktis: pakai PNG kalau gambarnya berlatar transparan, atau kalau itu logo, ikon, tangkapan layar, dan grafis apa pun yang memuat teks serta tepian tajam. Untuk foto di situs web, pilih JPG atau WebP — jauh lebih ringan tanpa penurunan kualitas yang kasat mata.

PNG-8 vs PNG-24 — apa bedanya?

CiriPNG-8PNG-24
Jumlah warnaSampai 256 warnaSampai 16,7 juta warna
TransparansiBiner (tembus atau tidak, per piksel)Kanal alpha penuh (256 tingkat)
Ukuran fileLebih kecilLebih besar
Pas untukIkon sederhana, grafis dengan sedikit warnaLogo, gambar dengan tembus pandang separuh

Untuk sebagian besar kebutuhan masa kini — terutama logo dan gambar bertepi halus — PNG-24 adalah yang paling tepat, karena menjamin transparansi penuh pada tingkat opasitas berapa pun.

Kapan sebaiknya pakai PNG?

Pakai PNG dalam situasi berikut:

PNG vs JPG vs WebP — perbandingan lengkap

CiriPNGJPGWebP
KompresiTanpa buang data (lossless)Membuang data (lossy)Keduanya
TransparansiYa (kanal alpha)TidakYa
Pas untuk fotoTidakYaYa
Pas untuk logo dan ikonYaTidakYa
Ukuran untuk fotoSangat besarKecilSangat kecil
Ukuran untuk logoKecil sampai sedangSedang (dengan artefak)Kecil
Dukungan universalYaYaBrowser modern

Bagaimana cara memperkecil ukuran file PNG?

Meski formatnya lossless, ukuran sebuah PNG masih bisa dipangkas cukup banyak. Caranya antara lain menurunkan kedalaman warna (dari PNG-24 ke PNG-8, kalau gambarnya memang sedikit warna), membuang metadata yang tidak perlu, dan memakai algoritme kompresi yang lebih hemat seperti yang dipakai Kompres. Dalam banyak kasus, ukuran PNG bisa turun 30% sampai 50% tanpa perubahan visual sama sekali.

Kompres file PNG Anda tanpa menurunkan kualitas

Perkecil ukuran file PNG dengan transparansi dan ketajaman aslinya tetap utuh. Gratis dan langsung di browser.

Kompres gambar PNG

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah transparansi PNG tetap terjaga setelah dikompres?
Tetap. Kanal alpha — yang mengurus transparansi — dipertahankan selama proses kompresi PNG. Bahkan setelah sebuah PNG dikompres dengan alat optimasi, latar transparan dan tepian halusnya tetap utuh.
Kenapa PNG saya lebih besar daripada JPG dari gambar yang sama?
Karena PNG memakai kompresi lossless, yang memang kurang hemat untuk foto dengan banyak variasi warna dan gradasi rumit. Untuk foto, JPG dan WebP selalu menghasilkan file yang lebih kecil. Ukuran PNG yang lebih besar itu ditebus dengan kualitas yang tidak pernah turun saat disimpan.
Bisakah PNG dikonversi ke JPG tanpa menurunkan kualitas?
Konversi dari PNG ke JPG selalu disertai sedikit penurunan kualitas, sebab JPG memakai kompresi lossy. Selain itu, kalau PNG-nya berlatar transparan, JPG akan mengganti transparansi itu dengan latar padat (biasanya putih). Untuk konversi tanpa penurunan kualitas, ubah PNG ke WebP lossless.
Apakah PNG bagus untuk media sosial?
Tergantung isinya. Untuk logo dan gambar berlatar transparan, PNG pilihan yang bagus. Untuk foto, pilih JPG — media sosial otomatis mengompres ulang gambar yang diunggah, dan JPG lebih tahan terhadap proses itu. Perlu diingat juga, kebanyakan platform tidak mempertahankan transparansi dan mengganti kanal alpha dengan latar putih.