Jawaban singkat: sebuah favicon perlu 16×16, 32×32, dan 48×48 piksel dalam .ico untuk tab browser dan pintasan Windows, 180×180 piksel untuk Apple Touch Icon di iOS, serta 192×192 dan 512×512 piksel dalam PNG untuk Android Chrome dan Progressive Web App. Enam ukuran itu sudah menutup semua konteks modern — tabel lengkap berisi 16 ukuran ada tepat di bawah.

Favicon berasal dari "favorite icon" — ikon yang disimpan browser bersama bookmark. Sekarang perannya jauh lebih luas: favicon muncul di tab browser, di bilah alamat, di pintasan desktop, di layar utama ponsel iOS dan Android, di hasil Google, serta sebagai ikon Progressive Web App (PWA). Tiap konteks menuntut ukuran yang berbeda.

Kesalahan paling umum adalah membuat satu file favicon.ico berukuran 16×16 piksel lalu menganggap pekerjaan selesai. Di monitor Retina atau di iPhone, ikon itu akan terlihat pecah. Solusinya adalah membuat satu set ukuran yang lengkap — terdengar merepotkan, tetapi bisa selesai dalam hitungan detik dengan alat yang tepat.

Apa itu file .ico dan kapan dipakai

Format .ico adalah format favicon yang asli, dibuat Microsoft pada era 90-an. Ia punya satu keistimewaan: bisa memuat beberapa ukuran sekaligus dalam satu file — misalnya 16×16 dan 32×32 bersamaan. Browser lalu memilih ukuran yang paling pas untuk tiap konteks.

File favicon.ico masih dibutuhkan pada 2026 karena satu alasan spesifik: browser lama dan sebagian robot mesin pencari otomatis mencoba mengakses /favicon.ico di root situs. Kalau file itu tidak ada, muncul error 404 yang sia-sia di log server. Jadi, sekalipun Anda memakai PNG modern untuk segalanya, tetap dianjurkan menaruh favicon.ico di root.

Tabel lengkap ukuran favicon

Berikut daftar semua ukuran yang perlu dicakup sebuah favicon lengkap pada 2026:

UkuranFormatDipakai di mana
16 × 16 px.ico / PNGTab browser (standar)
32 × 32 px.ico / PNGPintasan desktop (Windows), tab di layar HiDPI
48 × 48 px.ico / PNGPintasan di Windows Explorer
57 × 57 pxPNGiPhone (iOS 1–6, layar non-Retina)
60 × 60 pxPNGiPhone (iOS 7+, layar non-Retina)
72 × 72 pxPNGiPad (iOS 1–6, layar non-Retina)
76 × 76 pxPNGiPad (iOS 7+, layar non-Retina)
96 × 96 pxPNGPintasan di Chrome (Android)
114 × 114 pxPNGiPhone Retina (iOS 1–6)
120 × 120 pxPNGiPhone Retina (iOS 7+)
144 × 144 pxPNGiPad Retina (iOS 1–6), tile Windows 8
152 × 152 pxPNGiPad Retina (iOS 7+)
167 × 167 pxPNGiPad Pro (iOS 9+)
180 × 180 pxPNGiPhone 6 Plus dan model yang lebih baru
192 × 192 pxPNGAndroid Chrome, PWA (manifest.json)
512 × 512 pxPNGSplash screen Android Chrome, PWA resolusi tinggi

💡 Kabar baiknya: Anda tidak perlu membuat tiap ukuran satu per satu. Pembuat Favicon dari ImageTools menghasilkan semua file itu otomatis dari satu gambar saja — termasuk .ico multi-ukuran dan satu ZIP berisi seluruh PNG-nya.

Gambar seperti apa yang dipakai sebagai dasar favicon

Gambar sumber minimal harus 512×512 piksel — itu ukuran terbesar yang dibutuhkan, dan berangkat dari gambar besar menjamin ukuran-ukuran kecil tetap tajam. Memakai gambar kecil sebagai dasar membuat ikon terlihat pecah di ukuran besar.

Format yang diterima sebagai masukan

Tips desain untuk favicon

Favicon adalah ruang yang sangat sempit — versi 16×16 hanya punya 256 piksel seluruhnya. Itu memunculkan batasan desain yang sering diabaikan:

Buat favicon Anda sekarang — semua ukuran sekaligus

Unggah gambar Anda dan unduh satu ZIP berisi .ico dan semua PNG yang dibutuhkan untuk browser, iPhone, Android, dan PWA. Gratis, tanpa daftar.

Buat favicon gratis

Cara memasang favicon di situs Anda

Setelah file-nya jadi, Anda perlu merujuknya di bagian <head> HTML. Kode lengkap yang dianjurkan untuk 2026 adalah:

<!-- Basic favicon for browsers -->
<link rel="icon" type="image/x-icon" href="/favicon.ico">
<link rel="icon" type="image/png" sizes="32x32" href="/favicon-32x32.png">
<link rel="icon" type="image/png" sizes="16x16" href="/favicon-16x16.png">

<!-- Apple Touch Icon (iPhone and iPad) -->
<link rel="apple-touch-icon" sizes="180x180" href="/apple-touch-icon.png">

<!-- Android and PWA -->
<link rel="manifest" href="/site.webmanifest">

File favicon.ico harus berada di root situs (folder yang sama dengan index.html). File PNG lainnya boleh di root atau di subfolder, asalkan jalurnya di HTML ditulis dengan benar.

File site.webmanifest

Untuk PWA dan agar Android Chrome mengenali ikon Anda dengan benar, dibutuhkan file site.webmanifest di root situs. Isi dasarnya seperti ini:

{
  "name": "Your Site Name",
  "short_name": "Site",
  "icons": [
    {
      "src": "/android-chrome-192x192.png",
      "sizes": "192x192",
      "type": "image/png"
    },
    {
      "src": "/android-chrome-512x512.png",
      "sizes": "512x512",
      "type": "image/png"
    }
  ],
  "theme_color": "#ffffff",
  "background_color": "#ffffff",
  "display": "standalone"
}

📦 ZIP dari Pembuat Favicon sudah menyertakan file site.webmanifest yang jalurnya diatur dengan benar — tinggal ekstrak lalu unggah semuanya ke root situs Anda.

Cara memasangnya di berbagai platform

WordPress

Di WordPress, favicon disebut "ikon situs". Untuk mengaturnya, buka Tampilan → Sesuaikan → Identitas Situs lalu klik "Pilih Ikon Situs". WordPress otomatis membuat ukuran-ukuran yang dibutuhkan dari gambar yang Anda unggah — cukup pakai gambar persegi minimal 512×512 piksel.

Shopify

Di Toko Online → Preferensi, gulir sampai "Ikon toko" lalu unggah gambar persegi minimal 512×512 piksel dalam PNG atau JPG.

Wix

Di Pengaturan → Identitas Merek → Favicon. Pakai gambar persegi dalam PNG atau JPG.

Squarespace

Di Design → Gaya Browser, bagian "Favicon". Anjuran: PNG persegi 100×100 piksel (sisanya diurus Squarespace).

HTML/CSS murni atau framework

Taruh semua file hasilnya di root proyek dan tambahkan tag <link> seperti di atas pada <head> tiap halaman — atau di layout dasarnya kalau Anda memakai framework seperti Next.js, Nuxt, dan sejenisnya.

Memastikan favicon sudah bekerja

Setelah dipasang, buka situs Anda di satu tab browser dan lihat apakah ikonnya muncul. Kalau belum muncul juga, coba:

  1. Bersihkan cache browser (Ctrl+Shift+R di Windows, Cmd+Shift+R di Mac).
  2. Buka di tab penyamaran, yang tidak memakai cache.
  3. Tunggu beberapa menit, karena browser menyimpan favicon di cache dengan durasi yang berbeda-beda.
  4. Periksa apakah jalur file di HTML sudah benar dan file-nya memang ada di server.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa ukuran sebuah favicon?
Favicon perlu 16×16, 32×32, dan 48×48 piksel dalam format .ico untuk tab browser dan pintasan Windows, 180×180 piksel dalam PNG untuk Apple Touch Icon di iOS, serta 192×192 dan 512×512 piksel dalam PNG untuk Android Chrome dan Progressive Web App. Enam ukuran itu menutup semua konteks modern. Ukuran lain di tabel ada untuk iOS versi lama dan tile Windows.
Berapa ukuran minimum yang dianjurkan untuk membuat favicon?
512×512 piksel. Itu ukuran terbesar yang dibutuhkan (untuk splash screen PWA di Android), dan berangkat dari gambar sebesar itu menjamin semua ukuran kecilnya tetap tajam. Memakai gambar yang lebih kecil membuat ikon terlihat pecah di format besar.
PNG atau ICO: mana yang lebih baik untuk favicon?
Keduanya saling melengkapi. File .ico sebaiknya tetap ada di root situs demi kompatibilitas dengan browser lama dan robot mesin pencari. PNG terpisah dipakai untuk Apple Touch Icon, Android Chrome, dan PWA — konteks-konteks itu tidak menerima .ico. Praktik yang dianjurkan adalah memakai keduanya: satu favicon.ico di root dan sejumlah PNG yang dirujuk lewat tag <link> di HTML.
Apakah semua ukuran itu benar-benar diperlukan?
Untuk sebagian besar situs, set minimum yang sudah cukup adalah: favicon.ico (16+32px), favicon-32x32.png, apple-touch-icon.png (180×180), dan android-chrome-192x192.png. Itu menutup browser modern, iPhone, dan Android. Ukuran sisanya untuk kompatibilitas dengan iOS lama dan konteks khusus seperti tile Windows. Karena satu pembuat favicon menghasilkan semuanya sekaligus, tidak ada ruginya punya set lengkap.
Kenapa favicon saya tidak muncul di Google?
Google butuh waktu untuk mengindeks dan menampilkan favicon di hasil pencarian — biasanya beberapa hari sampai beberapa minggu setelah dipublikasikan. Agar favicon muncul, situs Anda harus: punya favicon yang bisa diakses publik (tidak diblokir robots.txt), punya file favicon.ico di root atau tag yang valid di HTML, dan sudah dirayapi Googlebot. Situs baru biasanya perlu waktu lebih lama.
Bolehkah logo perusahaan saya dipakai sebagai favicon?
Boleh, asalkan versi sederhananya masih terbaca di 16×16 piksel. Logo bertulisan, berdetail halus, atau penuh elemen biasanya tidak dikenali lagi di ukuran sekecil itu. Idealnya, buat versi "ikon" dari logo — hanya simbol, huruf awal, atau elemen mereknya yang paling khas — khusus untuk dipakai sebagai favicon.
Apakah favicon memengaruhi SEO situs saya?
Secara langsung tidak — favicon bukan faktor peringkat. Secara tidak langsung iya: favicon yang ada dan digarap rapi tampil di hasil pencarian bersebelahan dengan nama situs, memperkuat pengenalan merek, dan bisa menaikkan rasio klik (CTR). Situs tanpa favicon tampil dengan ikon generik, yang terkesan kurang profesional.