Logo yang profesional harus tetap bekerja di konteks yang sama sekali berbeda: mungil di tab browser sebagai favicon, sedang di header situs, raksasa di spanduk depan toko, persegi di foto profil Instagram, dan horizontal di kartu nama. Tiap konteks itu punya dimensi dan formatnya sendiri — salah ukuran berarti logo tampil buram, terpotong, atau rasionya melar.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu membuat ulang logo dari nol untuk tiap konteks. Berbekal satu file yang tepat dalam format yang tepat, Ubah Ukuran Gambar ImageTools menyesuaikan dimensinya untuk kebutuhan apa pun dalam hitungan detik.

Format File Logo yang Wajib Anda Punya

Sebelum bicara ukuran, pahami dulu format file apa saja yang perlu Anda simpan. Logo yang terdokumentasi rapi setidaknya punya versi-versi berikut:

☁️ Simpan semuanya di cloud. Taruh semua versi itu di Google Drive atau Dropbox yang gampang diakses. Anda akan membutuhkannya saat menyewa desainer lepas, memperbarui profil media sosial, atau mengirim materi ke percetakan — dan biasanya mendadak.

Tabel Acuan — Dimensi Logo Menurut Konteks

KonteksDimensi yang dianjurkanFormat idealCatatan
Header situs (desktop)lebar 200–400pxSVG atau PNG transparanTinggi menyesuaikan layout
Favicon (tab browser)16×16, 32×32, 48×48px.ico + PNGPakai Pembuat Favicon
Apple Touch Icon (iOS)180×180pxPNG tanpa transparansiDisarankan berlatar solid
Ikon aplikasi Android (PWA)192×192 e 512×512pxPNGDiwajibkan di webmanifest
Instagram — foto profil320×320px (tampil di 110px)PNG atau JPGAkan dipotong jadi lingkaran
Facebook — foto profil170×170pxPNG atau JPGTampil bulat di desktop
Facebook — foto sampul820×312pxJPG atau PNGLogo sebagai elemen, bukan seluruh gambar
LinkedIn — logo perusahaan300×300pxPNG atau JPGMin. 300×300, maks. 4 MB
LinkedIn — sampul perusahaan1128×191pxPNG atau JPGLogo sebagai elemen di dalam sampul
YouTube — ikon channel800×800pxPNG atau JPGTampil bulat, 98px di TV
YouTube — channel art2560×1440pxJPG atau PNGLogo sebagai elemen, safe area: 1546×423px
WhatsApp Business — foto profil640×640pxPNG atau JPGTampil bulat
TikTok — foto profil200×200px (min.)JPG atau PNGTampil bulat
Twitter / X — foto profil400×400pxPNG atau JPGTampil bulat, 48px di feed
Email (tanda tangan)lebar 200–300pxPNG berlatar putih atau JPGHindari transparansi di klien email lama
Kartu nama (digital)lebar 400–600pxPNG transparanUntuk ditata di dalam layout kartu
Presentasi (slide)lebar 200–400pxPNG transparan atau SVGMenyesuaikan proporsi slide (16:9)

Logo untuk Website

Header

Di header situs, logo biasanya selebar 150px sampai 400px dengan tinggi menyesuaikan. Lebar persisnya bergantung pada layout — header yang ringkas cukup 150px, sedangkan situs berlapang ruang bisa memakai 300–400px. Yang paling penting logonya tetap tajam di layar Retina: ekspor PNG dengan lebar dua kali ruang tampil (atau pakai SVG, yang beres sendiri) dan biarkan CSS yang mengatur ukuran tampilnya.

Di header, selalu pakai SVG atau PNG berlatar transparan — latar header bisa berubah mengikuti desain dan posisi scroll, dan logo berlatar putih akan memunculkan kotak putih yang kentara di atas latar berwarna.

Favicon

Favicon adalah ikon yang muncul di tab browser, di daftar bookmark, dan di layar utama perangkat seluler. Favicon yang efektif adalah versi logo yang disederhanakan — umumnya cuma simbol atau huruf awalnya, tanpa nama lengkap perusahaan, karena ruangnya terlalu sempit untuk teks yang masih terbaca.

Ukuran yang wajib disiapkan: 16×16px dan 32×32px untuk browser desktop, 180×180px untuk iOS (Apple Touch Icon), serta 192×192px dan 512×512px untuk Android dan PWA. Pakai Pembuat Favicon ImageTools untuk menghasilkan semua ukuran itu secara otomatis dari logo Anda.

Hasilkan Semua Ukuran Favicon Sekaligus

Dari logo jadi favicon untuk browser, iOS, Android, dan PWA — semua ukuran yang dibutuhkan dalam hitungan detik.

Buat Favicon Gratis

Logo untuk Media Sosial

Kenapa logo harus tetap enak dilihat dalam bidang persegi dan lingkaran

Hampir semua media sosial menampilkan foto profil dalam bentuk lingkaran. Ini jadi persoalan tersendiri buat logo horizontal (nama + ikon berdampingan): di bidang bulat, logonya entah mengecil sampai tak terbaca, entah bagian pinggirnya terpotong.

Jalan keluar paling efektif adalah menyiapkan versi "ikon" dari logo — hanya simbol atau inisial merek, ditaruh di tengah bidang persegi — khusus untuk foto profil media sosial. Versi itu menjaga daya kenal visualnya tanpa masalah pemotongan.

Instagram

Instagram menerima foto profil sampai 320×320px, tapi menampilkannya hanya di 110px pada halaman profil dan 32px di feed. Filenya harus persegi. Kalau logo Anda horizontal, taruh di tengah bidang persegi dengan padding secukupnya supaya tidak ada bagian yang hilang saat dipotong bulat oleh platform.

Facebook

Foto profil halaman Facebook tampil di 170×170px pada desktop dan 128×128px di ponsel, selalu dipotong bulat. Foto sampulnya berukuran 820×312px — di sana logo biasanya hadir sebagai satu elemen desain sampul, bukan memenuhi seluruh gambar.

LinkedIn

Untuk halaman perusahaan, LinkedIn menampilkan logo di 300×300px (persegi) pada halaman utama dan lebih kecil lagi di berbagai daftar. Ini salah satu konteks di mana mutu gambar paling memengaruhi kesan profesional — pakai PNG berkualitas tinggi, jangan dikompres berlebihan.

YouTube

Ikon channel YouTube tampil dalam ukuran yang sangat berbeda-beda tergantung konteksnya: 98px di smart TV, 32px di feed desktop, 88px di profil versi ponsel. Filenya minimal harus 800×800px agar tajam di semua ukuran itu. Channel art (banner) berukuran 2560×1440px, tapi "safe area" — bidang yang terlihat di semua perangkat — hanya 1546×423px di bagian tengah. Logo harus berada di dalam area itu.

WhatsApp Business

Foto profil WhatsApp Business tampil bulat, dengan ukuran sekitar 50px di daftar percakapan. Pakai file 640×640px supaya tetap tajam saat dibuka layar penuh. Seperti di media sosial lain, logo horizontal tidak cocok di sini — pakai versi ikon atau simbol merek Anda.

📐 Tips untuk logo horizontal di media sosial: buat versi persegi dengan menambahkan ruang kosong (atau warna latar merek Anda) di sisi kiri dan kanan. Porsi idealnya, logo mengisi 60% sampai 75% lebar bidang persegi, dengan margin sama rata di keempat sisi. Dengan begitu logo lolos dari pemotongan bulat dan tetap tampil utuh.

Logo untuk Cetak

Cetak punya logika yang sama sekali berbeda dari digital. Yang menentukan bukan jumlah piksel, melainkan perbandingan antara piksel dan ukuran fisik hasil cetaknya, yang diukur dalam DPI (dots per inch, titik per inci). Standar industri percetakan adalah 300 DPI.

Cara menghitung piksel yang dibutuhkan untuk cetak

Rumusnya: piksel = ukuran dalam cm ÷ 2,54 × DPI

Beberapa contoh praktis:

MediaUkuran logo yang lazimPiksel yang dibutuhkan (300 DPI)
Kartu nama (logo)3 × 1,5 cm354 × 177px
Kop surat (bagian atas)5 × 2 cm591 × 236px
Kemasan kecil4 × 4 cm472 × 472px
Kaus (bagian dada)10 × 5 cm1181 × 591px
Mug (logo di sisi)8 × 4 cm945 × 472px
Tas belanja kustom15 × 8 cm1772 × 945px
Banner/roll up (logo di bagian atas)20 × 10 cm2362 × 1181px

Supaya tidak perlu menghitung satu per satu, cara paling praktis adalah memakai SVG — format vektor bisa diskalakan tanpa batas dan dicetak di ukuran berapa pun tanpa kehilangan kualitas. Percetakan profesional mana pun menerima SVG (atau padanannya berupa PDF vektor, yang dibuat dari SVG lewat Illustrator atau Inkscape).

Format yang diterima percetakan

Sebagian besar percetakan profesional menerima dan lebih menyukai:

🖨️ Untuk bordir dan potong laser: kedua proses ini menuntut vektor dengan garis yang bersih. Logo bergradasi, berbayang, atau berefek fotografis harus disederhanakan dulu sebelum masuk produksi. Kalau file vektor aslinya tidak ada, seorang desainer bisa melakukan "vektorisasi" itu dari PNG logo Anda.

Mengubah Ukuran Logo untuk Tiap Kebutuhan

Berbekal file induk logo dalam PNG resolusi tinggi (minimal 1000×1000px) atau SVG, pakai Ubah Ukuran Gambar ImageTools untuk menyesuaikannya dengan dimensi tiap platform. Alat itu memungkinkan Anda menetapkan lebar dan tinggi persis dalam piksel, sambil mempertahankan atau menyetel ulang rasio aslinya.

Alur yang dianjurkan untuk menyiapkan versi-versi logo:

  1. Selalu mulai dari file dengan resolusi tertinggi yang Anda punya — SVG atau PNG di atas 1000px.
  2. Ubah ukurannya ke dimensi tujuan lewat Ubah Ukuran Gambar.
  3. Untuk media sosial, kompres tipis-tipis dengan Kompres Gambar — tahan di kualitas 85–90% supaya ketajamannya tidak hilang.
  4. Untuk cetak, kirim SVG apa adanya atau konversikan ke PDF vektor.

Ubah Ukuran Logo untuk Kebutuhan Apa Pun

Setel dimensi logo dalam piksel dengan presisi — tanpa merusak rasionya.

Ubah Ukuran Logo Gratis

Kesalahan Umum saat Memakai Logo di Berbagai Ukuran

Memakai satu file yang sama untuk semua konteks

Logo 2000px di tanda tangan email akan lambat dimuat dan tampil kelewat besar. Logo 100px di cetakan A4 akan pecah. Tiap konteks punya dimensi idealnya sendiri — jadikan panduan ini acuan dan ubah ukurannya sebelum dipakai.

Tidak punya versi untuk latar gelap

Banyak logo dirancang sejak awal dalam warna gelap di atas latar terang. Begitu dipakai di post berlatar hitam atau berwarna — hal biasa di Instagram Stories dan sampul LinkedIn — logonya lenyap begitu saja. Selalu buat dan simpan versi dengan elemen utamanya berwarna putih atau warna terang.

Menyimpan PNG kelewat besar untuk media sosial

PNG 2000×2000px untuk foto profil Instagram tidak membuat tampilannya lebih bagus — Instagram tetap mengompres apa pun yang melebihi ukuran yang dibutuhkan. Unggah saja di dimensi idealnya (320×320px) dengan kompresi kualitas 90% supaya tidak kena kompresi dua kali oleh platform.

Memakai JPG untuk logo berlatar transparan

JPG tidak mendukung transparansi — begitu logo PNG transparan disimpan sebagai JPG, latar transparannya berubah jadi putih. Kalau logo Anda memang butuh latar transparan (supaya bisa dipasang di atas berbagai warna latar), selalu pakai PNG atau WebP.

Memperbesar PNG kecil alih-alih memakai SVG

Kalau logonya tersedia dalam SVG, selalu jadikan SVG itu titik awal untuk mengubah ukuran — jangan pernah memperbesar PNG kecil. Memperbesar PNG menimbulkan pecah yang tidak bisa diperbaiki tanpa file vektor aslinya.

Belum Punya Logo? Buat Sekarang

Kalau Anda belum punya logo atau ingin versi yang lebih profesional, ImageTools menyediakan dua alat untuk itu: Buat Logo, tempat Anda memilih ikon, warna, dan tipografi dengan kendali penuh, serta Buat Logo dengan AI, tempat Anda cukup menjelaskan merek Anda dan AI yang menyusun beberapa pilihan vektor siap unduh. Keduanya mengekspor ke SVG dan PNG — persis format yang Anda butuhkan untuk semua kebutuhan di panduan ini.

Buat Logo Merek Anda Sekarang

Hasilnya SVG dan PNG berlatar transparan — siap untuk website, media sosial, dan cetak.

Buat Logo Buat Logo dengan AI

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa ukuran logo yang ideal untuk header website?
Tidak ada satu ukuran baku — semuanya bergantung pada layout. Kebanyakan situs memakai logo selebar 150 sampai 400px di header, dengan tinggi menyesuaikan desain. Yang paling menentukan adalah filenya: pakai SVG (agar tajam di skala berapa pun) atau PNG dengan lebar dua kali ruang tampil supaya aman di layar Retina. Atur ukuran tampilnya lewat CSS, bukan lewat ukuran file.
Logo saya horizontal — bagaimana memakainya di foto profil bulat media sosial?
Logo horizontal (ikon + nama berdampingan) tidak pernah tampil bagus di foto profil bulat: entah jadi terlalu kecil untuk terbaca, entah ujung-ujungnya terpotong. Jalan keluarnya adalah membuat versi "ikon" dari logo — hanya simbol atau inisialnya, ditaruh di tengah bidang persegi — khusus untuk foto profil. Pilihan lain adalah menaruh logo horizontal di tengah bidang persegi dengan padding samping yang lega, tapi hasilnya biasanya lebih kecil dari yang ideal.
Kenapa logo jadi pecah saat diperbesar?
Karena yang Anda pakai adalah file PNG (raster) dan Anda menampilkannya lebih besar dari ukuran aslinya. Resolusi PNG itu tetap — memperbesarnya menimbulkan pecah yang tidak bisa dipulihkan. Untuk logo yang harus tampil di banyak ukuran, SVG adalah satu-satunya format yang bisa diskalakan tanpa batas tanpa pecah. Kalau Anda hanya punya PNG, jangan memperbesarnya lebih dari 120% ukuran asli.
Berapa ukuran logo untuk kartu nama?
Kartu nama standar (9×5 cm) umumnya memuat logo selebar 2–4 cm. Pada 300 DPI — standar percetakan — itu setara sekitar 236–472 piksel lebar. Kalau logo Anda tersedia dalam SVG, kirim saja file itu langsung ke percetakan atau ke desainer yang menyusun kartunya; SVG akan diskalakan ke ukuran cetak yang persis tanpa kehilangan kualitas sedikit pun.
Apakah saya perlu versi logo terpisah untuk mode terang dan mode gelap?
Ya, sangat dianjurkan. Logo berwarna biru tua akan lenyap sepenuhnya di header gelap saat mode dark aktif. Cara paling rapi adalah memakai media query CSS prefers-color-scheme atau tag HTML <picture> dengan media, sehingga versi terang dan versi gelap logo bertukar otomatis mengikuti preferensi sistem pengguna — tanpa pengunjung perlu menekan apa pun.
Apa itu safe area di banner YouTube dan kenapa penting?
Banner YouTube (channel art) tampil di perangkat dengan ukuran layar yang sangat beragam — dari ponsel sampai smart TV 65 inci. Filenya berukuran 2560×1440px, tapi bagian yang terlihat berbeda-beda di tiap perangkat. "Safe area" — bidang tengah seluas 1546×423px — adalah satu-satunya area yang dijamin terlihat di semua perangkat. Logo, teks, dan elemen penting harus berada di dalam area itu. Sisanya sekadar visual latar yang bisa terpotong tergantung layarnya.